Oleh: rindo | Januari 10, 2012

TAHUN BARU HIJRAH 1433 H

Menyambut Tahun Baru Hijrah
1 Muharram 1433 H/ 2011 M
Oleh : Syofian Hadi
(dosen IAIN Imam Bonjol Padang)

Sukses, menang, berhasil adalah tujuan semua orang dalam setiap apapun yang dilakukanya. Jangankan dalam hal besar, dalam bermian pun pasti tujuannya menang. Lihat saja pemain sepakbola, betapa semua pemain mencurahkan segenap tenaga dan kemampuannya guna menjebol gawang lain dan demi kemenangan. Tidak hanya pemain yang ingin menang, para penonton atau supurterpun menginginkan tim mereka menang. Dalam surat at-Taubah [9]: 20 Allah swt menawarkan jalan menuju kenangan tersebut, seperti ayat berikut.
                 
Pertama, iman yakni ada keyakinan, sebab kayakinan adalah modal utama menuju sukses. Iman selanjutnya selanjutnya sikap hidup yang benar dan lurus, karena definisi iman adalah membenarkan dengan hati, mengucapkan dengan lidah dan melakukan dengan anggota. Maka iman berarti ada kesamaan anatra hati, lidah dan perbuatan. Kata iman juga seakar dengan aman, dan amanah.
Kedua, Hijrah, baik fisik ataupun rohani. Secara fisik kemauan berpindah akan menajdikan orang sukses. Sebab, hampir semua orang hebat adalah tiadk besar di kampung halamannya. Secara Rohani hijrah itu bisa gaya berfikir ataupun sikap hidup. Misalnya dari malas ke rajin dan seterusnya.
Ketiga, Jihad, bahwa tidak ada kesuksesan tanpa perjuagan sungguh-sungguh. Disebutkannya hijrah sebelum jihad berarti bahwa hijrah bukan untuk bersenang-senang, atau lari dari masalah. Namun hijrah untuk berjuang seperti yang dilakukan nabi Muihammad.
Jihad dikaitkan dengan fi sabilillah menunjukan bahwa tidak semua jihat di jalan Allah. Spt halnya sahabat ada yang hijrah karn harta, wanita dst. Begitu juga anak muda yang rela antrean berhari-hari, malam dipinggir jalan, demi mendapatlan tiket main bola atau nonton konser justin biber dst.
Hijrah dan jihad menuntut pengorbana harta bahkan nyawa. Lihatlah yang dilakukan Ali, Abu Bakar saat hijrah.
Selanjutnya bahwa hijrah selalu dilakukan para nabi untuk untuk suksesnya perjuangan mereka. Lihatlah nabi Nuh, hijrah setelah gagal berda’wah selama 950 tahun, hingga pindah dengan kapal melalui banjir.
Begitu juga Nabi Ibrahim hijrah ke mesir dan palestina, Maryam [19]: 46
قال أراغب أنت عن آلهتي يا إبراهيم لئن لم تنته لأرجمنك واهجرني مليا
Nabi Musa juga hijrah dari mesir ke Madyan dan kemudian ke Palestina. surat al-Qashash ayat 1-46.
وجاء رجل من أقصى المدينة يسعى قال يا موسى إن الملأ يأتمرون بك ليقتلوك فاخرج إني لك من الناصحين (20)
قالت إحداهما يا أبت استأجره إن خير من استأجرت القوي الأمين (26)
قال إني أريد أن أنكحك إحدى ابنتي هاتين على أن تأجرني ثماني حجج فإن أتممت عشرا فمن عندك وما أريد أن أشق عليك ستجدني إن شاء الله من الصالحين (27)
Apa makna hijrah? Kata hijrah berasal darai kata (هجر) yang secara harfiyah berarti kondisi yang sangat panas. Kondisi ini menjadikan seseorang mesti berpindah ke tempat lain, jika dia tidak ingin binasa.
Dari huruf ه,ج, ر terbntuk enam kata di dalam kosa kata bahasa Arab. Seperti (هرج) yang berarti fitnah atau sangat kencang, (جهر) yang berarti sangat keras, (جره) yang berarti gersang atau gundul, (رهج) yang berarti kekacauan, (رجه) yang berarti berguncang. Dengan demikian, semua kata yang tersusun dari huruf ه,ج, ر berarti sebuah kondisi yang tidak baik dan mengharuskan seseorang melakukan perpindahan atau perobahan ke arah yang lebih baik.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: